Kunci Program IHT yang Berhasil
Banyak perusahaan menyelenggarakan In-House Training tapi hasilnya kurang memuaskan. Masalahnya biasanya bukan di pelaksanaan, tapi di perancangan. Berikut panduan merancang IHT yang benar-benar efektif.
Step 1: Training Need Analysis (TNA)
TNA adalah fondasi dari setiap program pelatihan yang sukses.
Metode TNA
- Survey karyawan — apa yang mereka rasa kurang?
- Performance review — apa gap antara target dan aktual?
- Interview manajer — apa yang mereka butuhkan dari tim?
- Analisis insiden — apa penyebab error/kecelakaan?
Output TNA
- Daftar kompetensi yang perlu ditingkatkan
- Prioritas berdasarkan dampak bisnis
- Jumlah peserta per topik
- Level peserta (beginner, intermediate, advanced)
Step 2: Desain Kurikulum
Prinsip Desain
- Outcome-based — tentukan apa yang harus bisa dilakukan peserta setelah pelatihan
- 70-20-10 — 70% praktik, 20% diskusi, 10% teori
- Studi kasus internal — gunakan contoh dari perusahaan sendiri
- Assessment terintegrasi — ukur pencapaian di setiap modul
Step 3: Pemilihan Trainer
Kriteria trainer IHT yang baik:
- Praktisi aktif di bidangnya, bukan hanya akademisi
- Pengalaman mengajar kelas korporat
- Bersedia customisasi materi sesuai konteks perusahaan
- Memiliki sertifikasi yang relevan
Step 4: Pelaksanaan
Tips Pelaksanaan
- Batasi durasi sesi maksimal 90 menit sebelum break
- Gunakan metode interaktif: role play, simulasi, group discussion
- Sediakan pre-reading material 1 minggu sebelumnya
- Pastikan fasilitas memadai: proyektor, flipchart, WiFi
Step 5: Evaluasi dan Follow-up
- Level 1: Survey kepuasan peserta (langsung setelah sesi)
- Level 2: Post-test untuk mengukur pengetahuan
- Level 3: Observasi perubahan perilaku (30-90 hari kemudian)
- Level 4: Dampak pada KPI bisnis (3-6 bulan)
Dilatih.co membantu perusahaan merancang dan melaksanakan program IHT dari TNA hingga evaluasi.

