Pelatihan Koperasi Merah Putih adalah program peningkatan kapasitas SDM bagi calon pengelola dan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang diamanatkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025. Programnya berjenjang: pembentukan karakter, penguatan kompetensi manajerial, hingga sertifikasi kompetensi, dengan alokasi anggaran sekitar Rp5 juta per peserta untuk satu pekan pelatihan.
Pemerintah menargetkan pembentukan 80.605 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Karena setiap koperasi membutuhkan pengurus dan pengelola yang kompeten, kebutuhan pelatihannya sangat besar — Kementerian Koperasi menargetkan pelatihan bagi 161.210 pengurus dan 19.015 pendamping di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi. Artikel ini merangkum apa saja materi, tahapan, biaya, dan cara mengikuti pelatihannya, diperbarui September 2026.
Apa Itu Koperasi Desa Merah Putih?
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah koperasi multi-usaha berbasis desa yang dibentuk untuk memperkuat ekonomi desa — mencakup unit usaha seperti gerai sembako, apotek desa, klinik, simpan pinjam, cold storage, dan logistik. Program ini menjadi salah satu prioritas nasional 2025–2026, sehingga penyiapan SDM pengelolanya dilakukan secara masif dan terstandar.
Agar koperasi tidak sekadar berdiri tetapi benar-benar beroperasi sehat, pengurus dan pengelolanya wajib menguasai tata kelola koperasi, manajemen keuangan, dan operasional usaha. Di sinilah pelatihan berperan sebagai fondasi profesionalisme.
Bagaimana Tahapan Program Pelatihannya?
Program pengembangan SDM Koperasi Desa Merah Putih disusun dalam tiga tahapan yang berurutan:
- Pembentukan karakter (bela negara). Tahap awal menanamkan integritas, disiplin, dan semangat pelayanan. Pembiayaan pelatihan dasar ini mengacu pada standar anggaran yang setara dengan pendidikan dan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad).
- Penguatan kompetensi manajerial. Peserta dibekali kemampuan mengelola koperasi sebagai badan usaha — mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga pengendalian usaha.
- Sertifikasi kompetensi. Tahap akhir memastikan pengelola memenuhi standar profesionalisme melalui uji kompetensi, sebagai bukti bahwa yang bersangkutan layak menjalankan fungsi manajerial koperasi.
Pada gelombang pertama yang digelar 17 Juni–31 Juli 2026, pelatihan diikuti 35.476 peserta, terdiri dari 30.000 calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih. Menteri Koperasi menyatakan pelatihan 30 ribu calon manajer rampung pada awal Agustus 2026, sebelum penempatan di koperasi yang mulai beroperasi di berbagai daerah.
Apa Saja Materi Pelatihan Koperasi Merah Putih?
Materi yang diberikan dirancang komprehensif agar pengelola siap menjalankan koperasi multi-usaha. Cakupannya meliputi:
- Filosofi, regulasi, dan praktik perkoperasian — dasar hukum dan prinsip koperasi.
- Kelembagaan koperasi — struktur organisasi, peran pengurus, pengawas, dan anggota.
- Tata kelola koperasi (good cooperative governance) — transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan.
- Manajemen operasional — pengelolaan unit usaha, persediaan, dan pelayanan anggota.
- Digitalisasi koperasi — pemanfaatan sistem digital untuk pencatatan dan pelaporan.
Penguasaan manajemen keuangan menjadi sangat penting, terutama untuk koperasi dengan unit simpan pinjam. Bagi pengurus yang bukan berlatar belakang keuangan, pembekalan seperti pelatihan keuangan untuk non-finance membantu memahami arus kas, laporan keuangan, dan pengelolaan modal koperasi secara sehat.
Berapa Biaya dan Anggaran Pelatihannya?
Untuk program yang diselenggarakan pemerintah, anggaran ditanggung negara: sekitar Rp5 juta per peserta untuk satu pekan pelatihan. Program peningkatan kompetensi pengurus tahun 2025 didanai melalui anggaran dekonsentrasi dan disalurkan ke daerah, sehingga peserta yang lolos seleksi umumnya tidak dipungut biaya pelatihan.
Di luar program pemerintah, koperasi juga dapat mengadakan pelatihan mandiri atau in-house untuk pengurus dan karyawannya. Biayanya bervariasi tergantung durasi, jumlah peserta, dan apakah disertai sertifikasi kompetensi.
Bagaimana Cara Ikut Pelatihan Koperasi Merah Putih?
Jalur mengikuti pelatihan bergantung pada peran Anda:
- Calon pengelola/manajer: rekrutmen dan seleksi dikoordinasikan oleh Kementerian Koperasi bersama pemerintah daerah. Pantau pengumuman resmi melalui dinas koperasi kabupaten/kota dan kanal Kementerian Koperasi.
- Pengurus/pengawas koperasi yang sudah terbentuk: pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) umumnya difasilitasi dinas koperasi setempat sesuai kuota daerah.
- Peningkatan kompetensi mandiri: pengurus dapat mengikuti pelatihan bersertifikat secara independen untuk memperkuat kapasitas, tanpa menunggu kuota program pemerintah.
Jika koperasi Anda ingin mempercepat kesiapan tim, jalur peningkatan kompetensi mandiri melalui lembaga pelatihan profesional bisa menjadi pelengkap. Baca juga manfaat dan strategi pelatihan vokasi untuk perusahaan serta pahami peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai salah satu penyelenggara pelatihan berbasis kompetensi.
Mengapa Sertifikasi Kompetensi Penting bagi Pengelola Koperasi?
Sertifikasi kompetensi menjadi tahap akhir program karena menjadi bukti terukur bahwa pengelola memenuhi standar. Untuk koperasi simpan pinjam, kepemilikan sertifikat kompetensi manajer bahkan menjadi salah satu elemen penilaian kesehatan koperasi. Sertifikasi yang diakui secara nasional dikeluarkan melalui skema di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pelajari lebih dalam pada panduan lengkap sertifikasi BNSP.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa itu pelatihan Koperasi Desa Merah Putih? Pelatihan ini adalah program peningkatan kapasitas SDM bagi calon pengelola dan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, mencakup pembentukan karakter, penguatan kompetensi manajerial, dan sertifikasi kompetensi, sesuai amanat Inpres No. 9 Tahun 2025.
Berapa anggaran pelatihan Kopdes Merah Putih? Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp5 juta per peserta untuk satu pekan pelatihan, dibiayai melalui anggaran negara (antara lain dana dekonsentrasi), sehingga peserta program resmi umumnya tidak dipungut biaya.
Siapa yang bisa mengikuti pelatihan koperasi merah putih? Calon pengelola/manajer melalui seleksi Kementerian Koperasi dan pemda, serta pengurus dan pengawas koperasi yang sudah terbentuk melalui bimtek dinas koperasi. Pengurus juga dapat menempuh peningkatan kompetensi mandiri.
Apa saja materi yang diajarkan? Filosofi dan regulasi perkoperasian, kelembagaan, tata kelola koperasi, manajemen operasional, dan digitalisasi koperasi, ditambah penguatan manajemen keuangan untuk unit simpan pinjam.
Apakah pelatihan koperasi merah putih ada sertifikatnya? Ya. Tahap akhir program adalah sertifikasi kompetensi sebagai standar profesionalisme pengelola koperasi, yang untuk skema tertentu diakui melalui BNSP.
Kesimpulan
Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih adalah tulang punggung keberhasilan program koperasi desa 2026 — memastikan puluhan ribu pengelola benar-benar kompeten, bukan sekadar mengisi struktur. Pengurus koperasi yang ingin unggul sebaiknya tidak hanya menunggu kuota program, tetapi juga proaktif memperkuat kompetensi manajerial dan keuangannya.
Lihat program & jadwal sertifikasi di katalog kursus Dilatih.co.
Sumber
- 30.000 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Jalani Pelatihan dan Sertifikasi — Kompas
- Pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih Berlanjut, Penempatan Dimulai Agustus — Kompas
- Kementerian Koperasi Republik Indonesia — kemenkopukm.go.id
- Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025 tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

